Kota
home tentang kami hubungi kami
facebook twitter google plus youtube

facebook facebook
twitter twitter
Tom Tom Lin
Sekolah KB, TK
Taman Sentosa Blok D11 No 8
Jawa Barat
https://www.akupintar.info/photo/nologo.jpg
622189901380

Tom Tom Lin

Jenjang : KB, TK
Alamat : Taman Sentosa Blok D11 No 8
,
Jawa Barat
Telepon : 622189901380
Email : tomtomlin15@yahoo.co.id
Website : tomtomlints.blogspot.com/
Biaya Bulanan : Rp 250.000 - Rp 500.000
print
artikel
Setiap orangtua ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Dengan semakin banyaknya sekolah yang bermunculan, memilih sekolah menjadi pekerjaan semakin rumit bagi orangtua. Semakin banyak pilihan, orangtua semakin bingung memilih. Ada beberapa point penting yang bisa menolong para orangtua dalam menentukan pilihan yang paling tepat bagi anaknya. 1. KEYAKINAN. Yakinlah ...
artikel
Banyak orangtua tidak memiliki banyak waktu untuk dapat berkunjung ke sekolah-sekolah saat akan memilih sekolah yang paling tepat untuk anaknya. Jika Anda adalah orangtua yang sibuk, pergunakan daftar pertanyaan berikut untuk menanyakan hal-hal terpenting yang Anda perlu ketahui sebelum akhirnya Anda memilih sekolah mana yang akan Anda coba. Kelas apa saja ...
Tentang Lembaga
Kurikulum
Program & Prestasi
Fasilitas
Biaya
Foto
Coba Gratis
Review
Tentang Lembaga

VISI

Menjadi pelopor penyelenggara pendidikan anak usia dini yang mengkedepankan kebhinekaan sejak dini
 
MISI
 
Mempersiapkan anak-anak supaya menjadi pribadi yang mandiri, mempunyai semangat berbagi, dapat menerima dan menghargai perbedaan dan dapat mengasihi karena mempunyai pengalaman dikasihi.
 
TUJUAN
 
Mendidik anak usia dini menjadiManusia Indonesia yang memilikijiwa Nasionalisme
 
 
MOTO
 
“We teach with love and care” 
 
 
Kurikulum

PRINSIP PRINSIP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


Pendidikan adalah suatu upaya sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik supaya menjadi manusia utuh. Membuat rencana untuk mengembangkan potensi peserta didik haruslah didasari dengan berbagai prinsip. Prinsip adalah sesuatu yang bersifat mendasar dan tidak boleh dilanggar. Apa yang terjadi apabila prinsip kita melanggar prinsip? Sebagai ilustrasi coba kita bayangkan ada suatu kapal pesiar yang besar dan terang benderang sedang berlayar. Kemudian dikejauhan ada satu titik terang di depan kapal tersebut. Maka sang nahkoda kapal meminta lampu kecil tersebut untuk memutar haluan. Sang nahkoda berkata, kami ini kapal besar, lebih susah memutar haluan dibandingkan dengan kapal kecil seperti yang kau bawa. Tetapi jawab dari orang yang bertanggung jawab terhadap tempat yang memiliki lampu kecil itu 'kami tak bisa bergerak, kami adalah mercusuar'. Nahkoda besar tetap pada pendiriannya, tetap melaju tanpa mau membelokkan kapalnya, ia merasa kalau sudah dekat ia juga akan minggir. Apa yang akan terjadi kemudia? Sudah dapat diduga kapal besar setelah dekat tidak cukup waktu untuk berbelok dan terjadilah hal yang diinginkan.

Begitu pula dalam mendidik anak usia dini. Tanpa memegang prinsip yang ada, kita belum merasakan dampaknya. Tetapi dampak dari pelanggaran terhadap prinsip yang tidak diikuti akan terasa pada saat anak sudah mulai berkembang dewasa. Anak-anak tidak berkembang menjadi seorang manusia yang utuh. Misalnya anak sangat pandai di sekolah tetapi tidak mempunyai kepedulian terhadap sesama (kecerdasan emosional tidak berkembang). 
      
Marilah kita lihat apa prinsip dari pendidikan anak usia dini itu. Ada 12 prinsip pendidikan anak usia dini, yaitu:
 (1)  Berpusat pada anakartinya anak merupakan sasaran dalam kegiatanpembelajaran yang dilakukan oleh pendidiK
  (2) Mendorong perkembangan fisikdaya pikirdaya ciptaemosionalbahasa dankomunikasi sebagai dasar pembentukan pribadi manusia yang utuh
 (3)  Memperhatikan perbedaan individubaik perbedaan keadaan jasmanirohani,kecerdasan dan tingkat perkembangannya (Developmentally Appropriate Practices)
  (4) Mengacu pada tahap perkembangan anak

(5) Berorientasi pada kebutuhan anak

(6) Belajar melalui bermain.

(7) Kreatif dan Inovatif

(8) Lingkungan yang kondusif,
  
(9) Menggunakan pembelajaran terpadu

(10) Mengembangkan keterampilan hidup

(11) Menggunakan berbagai media dan sumber belajar

      serta alat/sarana pendidikan yang edukatif
 
  (12) Mengacu pada 9 kecerdasan anak
 
Dua hal yang sering terjadi:
        Pertama, apabila proses pembelajarannya dalam suatu lembaga pendidikan anak usia dini dilaksanakan dengan cara bermain, orangtua justru menolak hal ini. Sekolah kok main saja, kapan belajarnya.  Padahal salah satu prinsip pendidikan anak usia dini adalah belajar melalui bermain. 
        Kedua, orang tua sering menuntut anak yang selesai belajar dari lembaga pendidikan anak usia dini harus sudah pandai belajar dan berhitung. Kalau anak belum bisa baca, tulis dan hitung, maka anak dileskan CALISTUNG. Kemungkinan besar potensi dan minat anak pada bidang kecerdasan lain tidak atau kurang diperhatikan. Padahal prinsip pendidikan anak usia dini adalah mengembangkan 9 aspek kecerdasan, dan berorientasi pada kebutuhan anak. Apa itu 9 aspek kecerdasan dapat dilihat di artikel dengan judul Kecerdasan Jamak, yang diposting pada bulan Januari 2011. 
 
Mari kita didik anak anak kita sesuai dengan prinsip prinsip tersebut di atas, supaya anak-anak kita sungguh menjadi manusia yang utuh. 
Bagi para orangtua ayo bangkitkan kesadaran ini, kritisi lembaga-lembaga pendidikan yang dalam proses pembelajaranya masih belum menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Terutama lembaga pendidikan tempat buah hati anda belajar.
Bagi para penanggung jawab lembaga pendidikan anak usia dini, kepala sekolah dan guru mari mendidik dengan cara yang benar, ingat hasil mendidik anak usia dini tidak dapat dilihat saat ini, tetapi akan terlihat 20, 30 atau 40 tahun mendatang. Kita siapkan anak-anak kita dalam menyambut 100 tahun Indonesia merdeka,mereka akan menjadi generasi emas. Mungkin kita tidak mengalaminya, tetapi anak cucu kitalah yang akan menikmatinya.

 

Pembelajaran Tematik

Anak-anak yang sudah tamat belajar dari suatu lembaga PAUD kemudian melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya, yaitu se sekolah dasar (SD). Begitu masuk sekolah dasar, pada umumnya proses pembelajarannya langsung berubah total. Anak-anak yang biasanya belajar secara holistik, berubah dengan cara pembelajaran per mata pelajaran.
Umur berapakah anak-anak pada umumnya masuk SD? pada umumnya umur mereka barulah 6-7 tahun. Umur tersebut masih dalam rentang anak usia dini. Karena yang temasuk anak usia dini adalah anak dari usia 0 sampai dengan 8 tahun. Anak-anak usia dini masih belajar secara holistik. Maka metode pembelajaran yang paling tepat unutk anak SD kelas awal (kelas 1-3) adalah suatu metode belajar yang mengakomodir cara belajar mereka. Metode pembelajaran yang paling tepat untuk hal tersebut adalah metode pembelajaran tematik.
Apa itu pembelajaran tematik? Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Pola pembelajaran tematik adalah dengan membahas satu tema dalam satu proses kegiatan pembelajaran yang terdiri dari 3 kegiatan, yaitu kegiatan pembukaan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Maka apabila suatu sekolah atau lembaga pendidikan akan melakukan pembelajaran tematik, dalam jadwal pelajaran tidak dicantumkan mata pelajaran yang akan dipelajari, tetapi mencantumkan tema apa yang akan dibahas pada suautu hari atau jam pelajaran berjalan.
Apakah anak-anak akan dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan Standar Isi tahun 2006? Dengan merancang suautu kegiatan dengan baik, maka mata pelajaran pokok, seperti Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial dapat dicapai dalam kegiatan Inti, sementara kompetensi dasar pelajaran lainnya, khususnya Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan serta Seni Budaya dan Ketrampilan dapat dicapai dalam kegiatan pembuka dan penutup.
Saat ini sudah banayk penerbit yang telahmenerbitkan buku pelajaran tematik untuk kelas SD awal. Jadi guru, sekolah atau lembaga pendidikan tidak perlu membuat atau menentukan tema apa yang akan dipelajari. Dari buku yang sudah ada bisa dimodifikasi untuk diterapkan sesuai dengan kondisi setempat. Tinggal suatu kemauan untuk mengubah suatu pola yang lama (konvensional) menjadi pola baru (tematik) untuk menjalankan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan cara belajar anak-anak.

 
Program & Prestasi

Data belum lengkap.

Untuk Anda pengelola, silakan login lembaga untuk melengkapi profil dari usaha Anda
Fasilitas

Data belum lengkap.

Untuk Anda pengelola, silakan login lembaga untuk melengkapi profil dari usaha Anda
Biaya

Data belum lengkap.

Untuk Anda pengelola, silakan login lembaga untuk melengkapi profil dari usaha Anda
Foto
#|#|#|||0 #|#|#|||0.5
Coba Gratis
Review Lembaga

Kirim Review

Silakan login untuk mengirimkan review.
Sekolah Lain di Kota yang Sama
logo
Jl Seludang 2-A Bangselok, Sumenep
backKEMBALI
Perlengkapan Sekolah
Pengembangan Guru
Peluang Usaha